Dengan Menanam 3 Sayuran Ini, Peluang Sukses Anda Akan Semakin Besar

Halo sahabat, selamat pagi. Ya, saya menulis artikel ini pagi-pagi sekali dan tentunya masih sangat ngantuk. Tak masalah lah, yang penting bisa berbagi tips dan info untuk anda semua. 

Dalam artikel kali, saya akan sedikit menyampaikan informasi tentang tanaman sayuran yang mempunyai potensi tinggi untuk dijadikan usaha. Bicara soal sayuran, pasti yang ada dalam benak kita adalah sesuatu yang menyehatkan. Jelas lah kalau sayur itu menyehatkan. 


Nah, selain meyehatkan, bagi anda yang suka atau hobi bercocok tanam tentunya sangat cocok sekali untuk menggeluti bisnis ini. Bukan bisnis tanam ganja lho ya...

Saya akan memberikan 3 contoh sayuran yang bisa memberikan pundi-pundi untuk anda. Yang perlu anda siapkan hanya 2 : Modal dan lahan. Kalau lahan itu pasti lah ya, kalau tidak ada lahan mau kita tanam dimana coba. 


Oh iya, tanaman yang saya rekomendasikan ini juga cukup cepat untuk bisa di panen. Artinya anda tak perlu berlama-lama merawat tanaman tersebut. Apa saja tanaman itu? hmmm, sudah penasaran. 

Inilah 3 sayuran yang menguntungkan dan cepat panen :

1. Kangkung Darat



Budidaya kangkung darat dari awal sebar hingga panen memakan waktu 30-45 hari. Pemanenan bisa dilakukan dengan dua cara dipotong dan dicabut. Khusus untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan dilakukan dengan dicabut. Karena selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar moderen, lebih memilih tanaman kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar.

Sebelum di kemas dan dikirim ke pasar, hendaknya kangkung yang telah dicabut dibersihkan dulu dari tanah. Pencucian dilakukan dengan air mengalir atau air bersih agar terhindar dari kontaminan-kontaminan berbahaya. Tempatkan kangkung di tempat yang lembab dan jangan tersengat sinar matahari langsung.

Berbeda dengan hasil budidaya konvensional, budidaya kangkung darat organik akan menghasilkan produk organik yang bersih dari kontaminan zat kimia berbahaya. Oleh karena itu, produknya cenderung mempunyai harga yang lebih tinggi. 


Sebaiknya jangan dijual langsung kepada para pengepul yang biasanya sudah siap mengambil langsung dari lahan. Apabila strategi pemasarannya kita jalankan, bukan tidak mustahil keuntungan yang diperoleh juga lebih besar.

2. Sawi Hijau


Sawi Hijau atau sering disebut caisim atau caisin adalah tanaman sayuran yang banyak masyarakat sebagai sayur untuk melengkapi berbagai makanan seperti bakso dan mie ayam. Sawi hijau dulunya hanya terkenal dikalangan rakyat cina namun sekarang sawi hijau sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. 


Sayuran ini termasuk dalam sayuran yang mudah dibudidayakan diberbagai tempat di Indonesia sebab caisim atau caisin ini bisa tumbuh subur pada dataran rendah maupun dataran tingi. Sawi hijau yang dibudidayakan didataran tinggi akan cepat berbunga ketimbang yang dibudidayakan didataran rendah sebab pada dataran tinggi suhunya lebih rendah ketimbang di dataran rendah.

Budidaya sayuran organik saat ini memang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh banyak petani. Sayuran organik memiliki harga yang relatif lebih tinggi ketimbang sayuran non organik. Segmen pasar untuk sayuran organik pun berbeda, untuk sayuran organik segmen pasarnya pada masyarakat ekonomi menengah keatas. Distribusi awal dari pemasaran sayuran organik biasanya ditujukan ke supermarket atau pasar-pasar modern lainnya.

Panen dilakukan ketika sawi berumur 40-50 hari setelah penyemaian. Lakukan pemanenan pada pagi hari agar ketika pemanenan selesai sawi langsung dapat dipasarkan. Jangan simpan sawi terlalu lama karena sawi termasuk sayuran yang cepat membusuk.

3. Bayam Merah Dan Hijau


Budidaya bayam bisa dipanen mulai 20 hari setelah tanam atau tinggi tanaman sekitar 20 cm. Dengan pencabutan rata-rata panen yang dihasilkan dalam satu hektar adalah 20 ton. Sedangkan pada budidaya bayam potong biasanya dipanen pada umur 1-1,5 bulan dengan interval pemerikan seminggu sekali.

Setelah dipanen cuci dan sortir tanaman. Sebelum dikirim, bayam diikat dengan bilah bambu, setiap 50 ikatan digambungkan dalam satu gabung. Simpan hasil panen budidaya bayam ditempat teduh karena bayam termasuk tanaman yang cepat layu.

Nah, sahabat, itulah tadi sedikit ulasan dari saya tentang peluang usaha budidaya sayuran yang menguntungkan. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat untuk anda semua. Selamat mencoba dan semoga sukses. Amin.

Pilihan

 
Back To Top