Analisa Usaha Budidaya Ternak Lele Kolam Terpal Dan Keuntungannya

Sebelum memulai usaha budidaya ikan lele, para calon pembudidaya harus cermat dalam menganalisa keuntungan dan kerugian dalam berbisnis. Tanpa analisa yang cermat, bisa jadi dalam sekejap bisnis anda akan berkhir dan bangkrut. Begitulah pentingnya menganalisis untung rugi dalam sebuah bisnis. Intinya untuk mengantisipasi kerugian.

Dalam artikel ini saya akan memberikan wawasan analisa usaha budidaya lele kolam terpal. Kenapa di kolam terpal? Ya, semata-mata untuk memudahkan anda bagi seorang pemula dalam bisnis ikan lele. Sebenarnya, ternak ikan lele di kolam terpal bukan hanya untuk pemula, namun pembudidaya kawakan pun sekarang beralih ke kolam terpal.

Alasan banyak yang memakai kolam terpal sebagai wadah ikan lele ialah, tidak membutuhkan biaya yang besar dan tidak butuh lahan yang luas, kemudian bisa fleksibel, kapan-kapan bisa dipindah.

Baik, kita kembali ke topik pembahasan yaitu analisa perhitungan keuntungan ternak lele di kolam terpal. Disini saya nantinya akan memberikan contoh analisa ternak lele sebanyak 1000 ekor. Saya akan memberikan gambaran, ingat ya, hanya gambaran. Jadi keuntungan dari analisa ini belum tentu sama dengan hasil keuntungan ternak lele anda nantinya.

Modal usaha ternak lele kolam terpal nantinya tidak begitu besar yang akan saya analisa. Tidak sampai 1,5 juta, jadi perhitungannya tidaklah ribet, sangat tidak membingungkan apabila anda seorang pemula.

Analisa Usaha Budidaya Ternak Lele Kolam Terpal | Menghitung Modal Dan Keuntungan

Analisa usaha budidaya ikan lele kolam terpal
  • Benih ikan lele 1000 ekor =  Rp.100.000
  • Pembuatan terpal kolam lele ukuran 4x6 = Rp.120.000
  • Pakan untuk pembesaran F 1000 1 karung = Rp.140.000
  • Pakan untuk pembesaran 781 - 1 = Rp.290.000
  • Pakan untuk pembesaran 781 - 2 sebanyak 2 karung = Rp.550.000
  • Biaya tak terduga untuk budidaya sebesar = Rp.70.000

Total biaya untuk modal awal ialah Rp 1.270.000

Pemanenan ikan lele ini dalam jangka waktu 2,5-3 Bulan dengan tingkat kematian/ mortalitas adalah 10 (%), Jadi lele 1000 ekor-100=900 ekor. Ikan lele per kg dengan umur 3 bulan biasanya berisi 6 ekor. Jadi analisanya 900 : 6 = 160 kg.

Harga lele diberbagai daerah sangatlah berbeda-beda, ada yang mahal dan ada juga yang murah Semua tergantung kebutuhan masyarakatnya. Saya umpamakan di harga ikan lele di tempat saya adalah Rp 25.000/ kg. Dan apabila di agen lele biasanya harganya akan lebih murah sekitar Rp 20.000.

Kita umpamakan hasil panen ikan lele tadi kita jual ke agen/ atau pengepul agar penjualannya lebih mudah dan cepat.

Menjual ikan lele di agen Rp 22.000 x 160 kg ikan lele =  Rp 3.520.000

Nah, Rp 3.520.000 adalah keuntungan deari hasil panen ikan lele anda yang belum dikurangi modal awal. Jika keuntungan anda sekian, maka tinggal mengurangi saja antara hasil panen dan modal awal. Yaitu, Rp 3.520.000 - Rp 1.270.000 = Rp 2.250.000.

***

Sobat, Rp 2.250.000 adalah keuntungan bersih anda. Bagaimana? Sangat menggiurkan bukan? Pasalnya ternak lele tidaklah sulit karena bisa dijadikan sampingan. Bayangkan jika anda beternak lele dengan skala besar, maka keuntungan yang anda peroleh juga akan besar pula.

Oh ya. saya ingatkan kembali ke anda bahwa analisa ini tidak seratus persen bisa tepat karena bahan/ alat/ pakan untuk beternak ikan lele harganya sewaktu-waktu bisa berubah menyesuaikan pasar. Namun, anda bisa melakukan riset dahulu sebelum melakukan analisa, yaitu dengan mencari tahu harga bibit lele, harga pakan, harga terpal terbaru agar anda tahu pasti modal awal yang anda keluarkan.

Baik, semoga artikel dari nanapedia tentang Analisa Usaha Budidaya Ternak Lele Kolam Terpal | Menghitung Modal Dan Keuntungan ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kita semua.

Pilihan

 
Back To Top